Mendidik anak merupakan proses yang tidak mengenal kata
selesai. Tidak ada teori Parenting manapun yang bisa seperti sulap atau
kelas perkuliahan, sekian tahun selesai. Salah satu teknik ampuh
komunikasi persuasif yang disukai juga diterima nalar anak-anak adalah
dengan bercerita atau mendongeng.
Menurut Kak Awam, salah satu Pendongeng Nasional
yang juga pendiri Kampung Dongeng (KaDo) mengatakan, mendongeng
merupakan metode yang disampaikan secara bertutur, menceriterakan
kejadian sekitar dengan gaya bahasa anak-anak (termasuk aspek tekhnis
suara) agar mudah dicerna oleh anak. Selain itu, unsur yang sangat
penting dalam mendongeng yaitu mengandung pesan kebaikan bagi anak.
Kak Awam dengan Kampung Dongeng nya telah berkeliling Indonesia dan
mensuarakan pentingnya mendongeng dalam mendidik si buah hati. Seperti
apa gagasan Kampung Dongeng itu dan bagaimana cerita Kak Awam dengan
Kampung Dongeng nya?
Bagaimana Kak Awam melihat dongeng sebagai bagian dari kehidupan?
Kita semua sangat memahami bahwa telah banyak terjadi pergeseran
nilai-nilai Aqidah. Banyak ketimpangan sosial dan lain sebagainya yang
mewarnai kehidupan ini. Sejalan dengan itu, kita perlu menyiapkan
anak-anak kita untuk 20 tahun ke depan agar mereka dapat menjadi insan
yang bermartabat dan berbudi pekerti yang baik serta tangguh. Anak-anak
bukanlah miniaturnya orang dewasa. Tidak bisa kita menasehati dengan
cara orang tua. Jadi media cerita adalah media yang sangat ampuh utk
menyampaikan pesan tanpa menggurui. Dan bagi saya, inilah bentuk da’wah
dan bukan main-main hanya sebagai bentuk profesi mencari profit dan
popularitas semata.
Sejak kapan Kak Awam tertarik dengan dongeng?
Saat masih kuliah dulu, saya bergabung dengan sanggar Kummis di Kampus
STIE Ahmad Dahlan Jakarta, kira-kira tahun 1992-an. Dunia seni peran di
kampus itu kemudian membawa saya untuk mendirikan sanggar drama
anak-anak. Hingga tahun 1996 saya harus menghentikan kegiatan melatih
drama di sanggar-sanggar yang saya buat karena harus bekerja di salah
satu Bank Swasta Nasional.
Beruntung ada kriris moneter tahun 1998, karena saya termasuk yang
kena dampak PHK, he he he. Lalu saya tidak lagi berminat untuk bekerja
kantoran dan memilih untuk mengikuti jejak kakak saya untuk bekerja
lepas di bidang IT Komputer. Sejalan dengan pekerjaan yang tidak
menetap, saya kembali lagi mengajar drama anak-anak di sekolah TK dan
mengikuti berbagai lomba seni peran dan mendongeng. Sayapun memulai
tekhnik baru, seringkali saya mendongeng dulu sebelum berlatih drama.
Dari situ tumbuh kesadaran bahwa mendongeng adalah satu metode yang
sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Dan saya mulai mengerti banyak tentang
dunia dongeng setelah melihat beberapa penampilan pendongeng-
pendongeng senior, baik tampil secara Live maupun di Televisi. Kemudian
muncul ketertarikan saya untuk menjadikan Dongeng sebagai kegiatan utama
saya. Saya terus berkeliling menawarkan diri untuk mendongeng di
berbagai sekolah TK dan TPQ.
Apa motivasi mendirikan Kampung Dongeng?
Kampung Dongeng saya dirikan karena keprihatinan terhadap seni tutur
yang membawa manfaat ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Baik itu
orang tua untuk anaknya, juga guru untuk muridnya. Bayangan saya ketika
itu apabila Kampung Dongeng ada di setiap kampung, tentu anak-anak akan
mudah berkumpul untuk mendapatkan pesan mulia dan bermakna sebagai bekal
pembangunan karakter dan kreatifitasnya. Berbekal pengalaman
berkeliling, baik di sekolah TK dan TPQ serta pengalaman pendampingan
anak-anak di tempat-tempat pengungsian bencana, konflik dan sebagainya,
akhirnya tanggal 18 Mei 2009 saya resmikan Kampung Dongeng di rumah
saya.
Ketika itu rumah kontrakan saya kecil, hanya mampu mengumpulkan
sekitar 50 anak. Tapi kian hari kian meningkat, sampai akhirnya saya
harus pindahkan di sebuah rumah war ga yang halamannya cukup luas.
Sambil saya terus menambah tabungan agar bisa membeli tanah untuk saya
bangun Kampung Dongeng untuk menampung lebih banyak anak-anak dan lebih
leluasa karena tempat sendiri.
Bagaimana Kampung Dongeng yang ada di daerah-daerah?
Sejalan dengan persiapan saya membangun tempat sendiri, banyak
sahabat dari berbagai daerah menawarkan diri untuk membuat Kampung
Dongeng di daerahnya masing-masing (Kota dan Kabupaten). Saya yakin,
dengan berdirinya KaDo di Kota dan Kabupaten, perlahan akan mudah
menyebar ke tingkat Kecamatan, hingga ke kampung-kampung. Dan bukan
tidak mungkin, cita-cita saya untuk mempersembahkan 1,000 Kampung
Dongeng di Indonesia akan terwujud sebelum akhir hayat saya. InsyAllah.
(Awan)
Sumber : www.kampungdongeng.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar